marsha Natama Pasaribu, bocah berumur 13 tahun yang mengalami kesulitan berinteraksi sosial lewat bahasa verbal ini, ternyata bisa memanfaatkan kelemahannya lewat bahasa non verbal.
Bahasa simbolik yang ia tuangkan lewat gambar-gambar yang dipajang dalam pameran yang bertajuk 'The New Power of Friends' ini merupakan bentuk interaksi sosialnya terutama dengan ibunya sendiri.
Ibunda Marsha, Riama Maslan Sihombing menuturkan anak yang mengalami gangguan untuk berinteraksi sosial (spektrum autis), sebaiknya harus dilatih untuk menghadapi kenyataan, salah satunya lewat gambar.
Walaupun Marsha berbeda dengan anak yang pada umumnya, Riama mengaku tetap mendukung anaknya dalam berekspresi seni apapun. "Saya selalu mendukung kegiatan Marsha, mulai dari menggambar hingga mengotak-atik musik lewat komputer," ujar Riama.
Dalam satu hari Marsha biasa menggambar selama 6 jam. Karena itu sang ibu ingin anaknya menjadi anak yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya.
"Kelebihan spektrum autis membuat sang anak menggemari sesuatu tanpa tanggung-tanggung, dan gampang dituntun. Oleh karena itu saya selalu menuntun Marsha dalam bidang kesenian," ujar wanita yang gemar mendatangi mengoleksi barang-barang unik ini.
Hambatan Marsha dalam berinteraksi sosial lewat bahasa verbal, tidak membuat sang Ibu menyerah pada kenyataannya.
"Karena saya bergerak dalam bidang seni rupa, saya mengajarkan Marsha lewat media visual. Sebagai contoh, saya pernah mengajarkan kepada Marsha tentang rutinitas bangun pagi lewat media visual," ujar wanita yang sehari-harinya mengajar di FSRD ITB ini. detik.com
Shoutbox
Statistik Pengunjung
Komentar Terbaru
Media Massa
Surya
Suara Pembaruan
Suara Merdeka
Suara Karya
Sinar Harapan
Seputar Indonesia
Republika
Media Indonesia
Koran Tempo
Kompas
Kedaulatan Rakyat
Jurnal Nasional
Jawa Post
Jakarta Post
Harian Joglo Semar
Harian Bangsa
Duta Masyarakat
Commongroundnews
Bisnis Indonesia
Bali Post
Banjarmasin Post
Berbagi Button
Sulit Bahasa Verbal, Non Verbal pun Jadi
Diposting oleh
smart-schools
di
08.34.00
Pemprov Bantu Ujian Siswa
Sejumlah 5.907 siswa SMK se-Kota Malang mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim untuk pelaksanaan ujian kompetensi kejuruan (UKK). Para siswa yang terbagi dalam 32 program studi (prodi) itu mendapatkan nominal bantuan berbeda-beda.
"Kalau angka pastinya kami belum tahu. Kalau dikira-kira antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per siswa," kata Kunti Nursasiati, kasi Sarpras Dikmen Diknas Kota Malang, kemarin.
Menurutnya, bantuan UKK itu untuk membiayai ujian praktik siswa. Besarannya berbeda karena praktik per prodi juga berbeda. Biaya ujian prodi tata busana bisa jadi lebih besar dibanding prodi tata rambut. Begitu pula prodi teknik biasanya biayanya lebih besar daibanding dengan prodi non-teknik. "Masing-masing ada rinciannya. Masih diambil di Surabaya," kata pejabat asal Jogja ini.
Konsekwensi dari hasil ujian praktik siswa, lanjut Kunti, biasanya produk yang dihasilkan menjadi milik sekolah. Produk-produk itu bisa dijual untuk umum. Di beberapa SMK, besaran rupiah hasil penjualan produk ujian praktik mempengaruhi nilai siswa. "Kalau produknya bagus dan laku mahal, maka siswa biasanya mendapatkan nilai bagus. Sebab dia berhasil membuat produk bermutu sekaligus potensial untuk wirausaha," katanya.
Baru tahun ini, kata Kunti, bantuan UKK diturunkan dari APBD Provinsi Jatim. Tahun-tahun sebelumnya, dana berasal dari APBN. Perubahan sumber dana itu membawa dampak positif. Yakni pencairan bisa cepat karena birokrasi lebih pendek. Manfaatnya bagi sekolah dan siswa, bisa segera dicairkan beberapa hari sebelum pelaksanaan ujian Maret mendatang. "Kalau tahun-tahun sebelumnya, sampai telat-telat karena klaimnya harus ke pusat," kata Kunti.
Bagaimana dengan biaya ujian praktik dari siswa? Biasanya, siswa ingin karyanya bagus. Maka kalau bantuan tidak sesuai keinginannya, biasanya mengeluarkan dana sendiri. Siswa berhak untuk itu. "Bantuan sifatnya terbatas. Bisa saja untuk kelengkapan lain, siswa mengeluarkan biaya sendiri," katanya. jawapos.com
Diposting oleh
smart-schools
di
11.17.00
Virus Obama Sambangi Komputer Sekolah
Sebuah worm internet baru berhasil dideteksi. Virus dengan menampilkan gambar Barack Obama ini berhasil mencemari komputer di sekolah-sekolah Illinois.
Perusahaan distributor software keamanan AVG Walling Data mengemukakan, worm yang ditemui di sebagian komputer sekolah di Illinois ini menyebar melalui perangkat memori eksternal seperti USB Drives dan juga melalui pembagian jaringan.
"Worm tersebut bisa jadi hanya sebuah akal-akalan dari murid di salah satu sekolah. Pasalnya, program virus ini sangat sederhana, menggunakan varian kode MAL_OTORUN," ujar analis senior Trend Micro Jamz Yaneza, seperti dikutip melalui Cnet, Jumat (30/1/2009).
Yaneza pernah menemukan, worm bergambar Obama tersebut akan langsung muncul di komputer yang terinfeksi, tepatnya akan mengambil posisi di ujung kanan bawah layar komputer. Lama kelamaan gambar tersebut akan mengganggu hingga akhirnya virus tersebut akan mencuri semua data penting komputer tersebut, termasuk data penting sekolah yang dituju.
"Selalu ada kemungkinan salah satu murid di sekolah tersebut sebagai pelaku penyebar worm. Silakan saja ditelusuri. Mulai dari murid yang terpintar, teraneh, hingga yang paling tidak gaul sekalipun," ujar Roger Thompson, dari Thompson Security Labs. okezone.com
Diposting oleh
smart-schools
di
11.03.00
17 Guru SMP Banten Belajar Teknologi ke Korea Selatan
Sebanyak 17 guru sekolah menengah pertama (SMP) asal Provinsi Banten diberangkatkan ke Korea Selatan untuk belajar teknologi informasi.
Para guru itu secara simbolis dilepas Sekretaris Pemerintah Banten Muhadi di Aula Setda Provinsi Banten. Turut hadir dalam acara itu Kepala Dinas Pendidikan Banten Eko Endang Koswara dan Ketua DPRD Banten Ady Suryadharma.
Ke-17 guru itu direncanakan terbang dari Jakarta menuju Korea Selatan pada Kamis, 29 Januari, dan kembali ke tanah air pada tanggal 6 Februari mendatang.
Selama di Korea Selatan, para guru itu akan melakukan studi banding ke sekolah-sekolah, lembaga pendidikan, industri, lembaga pemerintahan yang ada di kota Chungcheongbuk-do untuk dijadikan contoh penyelenggaraan pendidikan di Banten.
Selama di negeri ginseng itu mereka akan didampingi seorang liason officer dari Korea Selatan Lee Jae Pil dan dua orang staf administrasi dari Dinas Pendidikan.
Menurut Eko Endang Koswara, kerja sama pengiriman guru dari Banten ke Korea Selatan telah berjalan sejak 2005 lalu. "Ini program kami yang keempat," ujarnya.
Hingga saat ini, kata Eko, telah dilatih 120 guru setingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Korea Selatan.
Selain belajar teknologi infornasi, Pemerintah Korea Selatan juga telah menyumbang 450 unit komputer untuk sekolah-sekolah di Banten.
Selama mengikuti pelatihan di Korea Selatan, kata Eko, semua keperluan biaya, akomodasi, makan, minum dan uang saku telah dijamin oleh Pemerintah Korea Selatan.
Muhadi mengatakan program itu memberi dampak positif kepada pelajar di Banten. "Hubungan baik dengan Korea Selatan ini akan kami jaga," kata dia. Pemerintah Banten, kata Muhadi, pada tahun ini akan merealisasikan anggaran 20 persen untuk sektor pendidikan guna meningkatkan kualitas pendidikan. tempointeraktif.com
Diposting oleh
smart-schools
di
09.34.00
Seperti Kembali ke Rumah, Cisco Pilih Parkir di ITB
Cisco memilih ITB sebagai tempat terakhir dalam roadshow Cisco Express-Network on Whells (NoW) karena 70 persen karyawan Cisco Indonesia alumni ITB. Kontainer Cisco akan terparkir di depan gerbang ITB sampai tanggal 30 Januari 2009.
Demikian dikatakan oleh Managing Director Cisco Indonesia Irfan Setiaputra dalam tur Cisco Express-NoW di ITB.
"Bukan pilihan yang sulit saat memilih tempat setelah Jakarta. Karena 70 persen karyawan kita adalah alumni ITB dan 90 persennya dari jurusan elektro. Jadi ini seperti kembali ke rumah," kata Irfan.
Sebelumnya direncanakan di Indonesia, kontainer Cisco akan menyambangi 5 kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Bali. Namun akhirnya hanya 3 kota yakni Jakarta, Depok dan Bandung yang dikunjungi oleh Cisco Express-Network on Wheels (NoW).
Dalam kontainer sepanjang 40 kaki ini dipamerkan teknologi maju dan masa depan yang dimiliki oleh Cisco. Solusi teknologi seperti unified communication, reklame digital, otomatisasi bangunan, sistem kendali energi dan pengelolaan fasilitas yang memungkinkan pengunanya dapat selalu berkomunikasi. detik.com
Diposting oleh
smart-schools
di
09.22.00
Demonstran SBY Terkapar di Jalanan
Puluhan demonstran dari Aliansi Mahasiswa Anti Badan Hukum Pendidikan (AMAB) yang berniat menghadang kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (27/1), bentrok kecil dengan aparat kepolisian di Jalan Mayjen Pandjaitan Kota Malang.
Setelah upaya menembus barikade polisi gagal, demonstran kemudian memutuskan tiduran di jalan. Presiden datang ke Malang untuk meresmikan sejumlah fasilitas pendidikan di kota tersebut.
Tanda-tanda bentrok muncul sejak pukul 10.00. Mahasiswa dari elemen SMN, FMN, FORBAS, KOMMA, dan sebagainya mulai merangsek mendekati pintu gerbang Unibraw. SBY dijadwalkan datang ke Unibraw pukul 10.25. Setidaknya tiga kali para demonstran tersebut mencoba menembus barikade polisi bertameng. Namun, semakin mereka merangsek, semakin kuat polisi mendorong menjauhkan mereka dari gerbang belakangUnibraw.
"Kenapa kami dilarang bertemu SBY? Kami hanya ingin bertemu dan berbicara dengan kepala negara sebagai wakil kami di pemerintahan?" teriak anggota aksi, Bram.
Setelah upayanya menembus dua lapis barikade polisi gagal, lebih dari 50-an demonstran tersebut akhirnya memutuskan tidur-tiduran di jalanan. Mereka terkapar di jalanan sejak pukul 10.50-11.20. "Kita tidak akan lelah memperjuangkan nasib rakyat. Ini salah satu bentuk aksi damai kami untuk memperjuangkan hak-hak rakyat," ujar Bram. kompas.com
Diposting oleh
smart-schools
di
08.55.00
Edu Fair Solusi Mencari Perguruan Tinggi
Pameran pendidikan untuk siswa SMA dan orang tua siswa akan digelar besok, Rabu (28/1/2009), di gedung SMAN 5, Jalan Belitung, Bandung, pameran yang bertajuk Edu Fair ini akan menampilkan sekitar 20 perguruan tinggi, baik nasional maupun internasioal.
Tidak hanya perguruan tinggi saja yang akan mengisi di pameran ini, sejumlah konsultan pendidikan dari dalam maupun luar negeri juga ikut andil dalam pameran pendidikan ini.
"Pameran ini menghadirkan sekitar 20 perguruan tinggi ternama seperti, STAN, UNPAR, UNPAD dan masih banyak lagi perguruan tinggi dalam negeri yang akan hadir dalam event besok. Selain itu pameran ini juga diikuti oleh universitas terkemuka dari Malaysia yaitu, Universiti Tun Abdul Razak (Unitar)," jelas Eka Humas SMAN 5 Eka Harijanto.
Acara yang bertujuan untuk menginformasikan profil-profil perguruan tinggi ini, akan dimulai dari pukul 08.00 hingga 15.30, "Acara tersebut bertujuan untuk memberi tahu informasi tentang perguruan tinggi kepada siswa SMA dan akan memberikan gambaran tentang dana untuk masuk ke perguruan tinggi kepada para orang tua siswa," papar Eka saat ditemui di SMAN 5, Selasa (27/1/2009).
Lebih lanjut Eka menjelaskan, acara tersebut akan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan kota Bandung, Oji Mahroji. Selain itu juga acara turut diramaikan dengan
penampilan kesenian angklung dan band yang akan dibawakan oleh siswa-siswi SMAN 5. "Kita juga memperbolehkan siswa sekolah lain untuk berapresiasi seni di sini," tambah Eka. detik.com
Diposting oleh
smart-schools
di
08.43.00
Setahun Proses Seribu Guru
Sebanyak 2.100 dari 13.326 guru di Bantul telah bersertifikasi. Sisanya, diharapkan bisa mengikuti jejak guru lain secara bertahap setiap tahun. Pemkab Bantul menargetkan sebanyak 1.000 guru bisa tersertikasi setiap tahun.
Namun, target tersebut sangat tergantung dari alokasi dan kuota yang ditetapkan pemerintah pusat. "Ya, kita juga masih menghitung berapa kuota untuk Bantul setiap tahunnya," terang Kepala Dinas Pendidikan Dasar Bantul Sahari kemarin.
Dari jumlah 13.326 guru itu, sebanyak 8.229 diantaranya guru berstatus PNS. Sebanyak 4.937 orang berstatus GTT. Sebanyak 7.096 dari 13.326 guru telah menyandang gelar S1.
Sahari berharap kualitas pendidikan di Bantul akan lebih meningkat lagi dalam tahun- tahun mendatang. jawapos.com
Diposting oleh
smart-schools
di
10.44.00
Tolak Kesepakatan Bupati dan Dewan
Poros Pendidikan belum puas dengan kesepakatan bupati dan dewan memberikan insentif sebesar Rp 150 ribu per bulan kepada seluruh GTT/PTT. Mereka menolak kesepakatan itu dan tetap bersikukuh agar insentif untuk GTT/PTT di Kabupaten Blitar sebesar Rp 500 ribu seperti tuntutan semula.
Penolakan tersebut disampaikan koordinator Poros Pendidikan, Abdul Kholiq. Menurut Abdul Kholiq, kenaikan insentif sebesar Rp 500 ribu tersebut dinilai sangat logis, setara dan sesuai dengan kinerja yang selama ini dilakukan GTT/PTT. Sebab pengabdian yang mereka lakukan tidak berbeda dengan yang dilakukan guru pada umumnya."Saya pikir logis dan pas tuntutan segitu harus disetujui. Kalau hanya Rp 150 ribu, tentu masih sangat jauh dari harapan," ujar Abdul Kholiq kemarin.
Kholiq-demikian Abdul Kholiq akrab dipanggil mengatakan, penolakan insentif Rp 150 ribu yang disepakati tim anggaran eksekutif dengan panitia anggaran (panggar) legislatif sesuai dengan perhitungan rasionalisasi RAPBD 2009. Tuntutan kenaikan insentif Rp 500 ribu perbulan dirasa masih logis dan mampu dicover dalam anggaran. "Masih sangat mampu. Paling-paling, yang dibutuhkan tidak lebih dari Rp 30 miliar," katanya kepada Radar Blitar.
Dengan kondisi tersebut, lanjut Kholiq, kini tergantung komitmen dari tim anggaran eksekutif maupun panggar DPRD Kabupaten Blitar. Artinya, jika kedua lembaga tersebut berkomitmen memperbaiki nasib GTT/PTT, akan sangat mudah memberikan persetujuan menaikan insentif senilai Rp 500 ribu. "Tinggal komitmen saja. Kalau mau, sebenarnya gampang. Persoalanya, mereka punya kepentingan kelompok dalam pembahasan RAPBD," tuding Kholiq.
Sebelumnya, tuntutan ribuan GTT/PTT, khususnya yang belum mendapat insentif disetujui bupati dan dewan. Jumlah GTT/PTT yang belum mendapat insentif sekitar 2.500 orang. Kesepakatan tersebut muncul setelah untuk kesekian kalinya, GTT/PTT yang tergabung dalam Poros Pendidikan Kabupaten Blitr menggelar aksi diam, mogok makan, hingga aksi massa selama dua hari.
Hasilnya, selain memberikan insentif secara merata kepada GTT/PTT, tim anggaran eksekutif maupun panggar legislatif juga sepakat menaikkan dana pendidikan 2009 ini dari Rp 70 miliar menjadi sekitar Rp 75 miliar. Tambahan alokasi dana pendidikan dari Rp 70 miliar menjadi Rp 75 miliar tersebut, sudah disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. jawapos.com
Diposting oleh
smart-schools
di
10.34.00
Menteri Pendidikan Tandatangani Perjanjian dengan Turki
Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo menandatangani perjanjian kesepahaman dengan Menteri Pendidikan Republik Turki Husyin Celik di Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta. Bambang Sudibyo menyatakan perjanjian kesepahaman ini dilakukan agar semua kerjasama pendidikan antara dua negara memiliki payung hukum yang jelas.
Kerjasama di bidang pendidikan yang diatur dalam perjanjian kesepahaman, kata Bambang, antara lain pertukaran informasi di bidang pendidikan; pertukaran dosen, guru, mahasiswa, dan siswa; pertukaran tenaga ahli; kerjasama di tingkat perguruan tinggi dan politeknik; pengembangan kompetensi manajemen guru, dosen, dan kepala sekolah; serta beasiswa. "Ada juga penyetaraan gelar pendidikan di Indonesia dan Turki. Nantinya gelar di Turki diakui dan bisa bisa digunakan di Indonesia dan sebaliknya," kata dia.
Menteri Pendidikan Republik Turki Husyin Celik mengungkapkan pada 2009 mendatang Turki akan meningkatkan beasiswanya sampai 300 persen. "Semula Turki menyediakan beasiswa untuk Sarjana Strata-2 dan Strata-3 untuk lima orang, nanti akan naik jadi 20 orang penerima."
Turki juga berencana mengirimkan mahasiswanya untuk kuliah di tiga perguruan tinggi teratas di Indonesia. "Sebelum 2006, Turki hanya mengirimkan 20-40 mahasiswa untuk kuliah S-2 dan S-3 di luar negeri, setelah 2006 jumlahnya naik lebih dari 1000 mahasiswa. Kami akan mempertimbangkan Indonesia menjadi salah satu negara tujuan belajar," kata dia. Husyin berharap perjanjian kesepahaman ini dapat mempererat hubungan Indonesia-Turki.
Dalam kunjungannya ke Indonesia selama empat hari, Husyin Celik dijadwalkan mengunjungi beberapa lembaga pendidikan di Jakarta dan Yogyakarta. Di Jakarta, rencananya kunjungan akan dilakukan di SMA Negeri 70, Sekolah Kharisma Bangsa Pondok Cabe Tangerang, dan Universitas Indonesia Depok.
Sedangkan di Yogyakarta Husyin akan melakukan kunjungan kehormatan kepada Sri Sultan Hamengkubuwono X, mengunjungi Universitas Gajah Mada, Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Seni dan Budaya, serta mengunjungi Candi Borobudur. tempointeraktif.com
Diposting oleh
smart-schools
di
09.50.00
Menu Pencarian
Langganan Berita
Posting Terbaru
Serba Serbi
-
-
Cara Install dan Menggunakan IPERF di Windows 88 tahun yang lalu
-
Konsultasi Syariah Islam (KSI)12 tahun yang lalu
-
Cara menghilangkan Navbar blog terbaru14 tahun yang lalu
-
Catatan Blog
Dibuang Sayang
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan membuat paket pendidikan kebudayaan untuk membantu menjembatani kesenjangan kebudayaan di Sekolah Tingkat Lanjutan Pertama (SLTP) dan Sekolah Menengah Umum (SMU) di Indonesia.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT luncurkan program untuk masyarakat usia sekolah dasar yang selama ini tidak pernah tersentuh pendidikan. Diharapkan program ini dapat mengatasi kasus buta aksara di NTT yang sampai saat ini mencapai 300.000 lebih, pendidikan ini gratis dan pengajar adalah guru negeri
Pendidikan Gratis dan Beasiswa bagi 1.000 Mahasiswa akan direncanakan di Makasar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sedang merancang alokasi anggaran pendidikan tahun 2009 sebesar 20 persen














