kompas.com, JAKARTA : Setelah berdiskusi dan melewati banyak presentasi mengenai open source (OS) yang dibawakan para ahli dari luar negeri maupun dalam negeri selama dua hari, para peserta acara Asia-Africa Conference on Open Source (AAOS) telah menghasilkan Jakarta Declaration.
Melalui deklarasi yang dibacakan dengan lantang oleh Duta Besar OS Betti Alisjahbana, yang juga ketua the Indonesian Association for Open Source, para peserta menyatakan berkomitmen menyebarluaskan software OS gratis, serta mengembangkan program e-government yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat.
Para peserta yang datang dari berbagai negara, termasuk Vietnam, Malaysia, Iran, Palestina, Jerman, hingga Afrika Selatan ini menyadari bahwa software OS gratis merupakan alternatif untuk mengurangi kesenjangan digital, dan alat berharga yang memungkinkan kerja sama antarnegara berkembang, serta mendorong perkembangan industri software lokal.
Mereka juga sepakat untuk mendorong negara-negara di Asia dan Afrika agar dapat bertukar pengalaman, pengetahuan, serta teknologi di bidang teknologi komunikasi dan informasi melalui model kerja sama yang inovatif.
Shoutbox
Statistik Pengunjung
Komentar Terbaru
Media Massa
Wawasan Digital
Surya
Suara Pembaruan
Suara Merdeka
Suara Karya
Sinar Harapan
Seputar Indonesia
Republika
Media Indonesia
Koran Tempo
Kompas
Kedaulatan Rakyat
Jurnal Nasional
Jawa Post
Jakarta Post
Harian Joglo Semar
Harian Bangsa
Duta Masyarakat
Commongroundnews
Bisnis Indonesia
Bali Post
Banjarmasin Post
Surya
Suara Pembaruan
Suara Merdeka
Suara Karya
Sinar Harapan
Seputar Indonesia
Republika
Media Indonesia
Koran Tempo
Kompas
Kedaulatan Rakyat
Jurnal Nasional
Jawa Post
Jakarta Post
Harian Joglo Semar
Harian Bangsa
Duta Masyarakat
Commongroundnews
Bisnis Indonesia
Bali Post
Banjarmasin Post
Berbagi Button
"Jakarta Declaration" Tegaskan Kerja Sama Open Source di Asia Afrika
Diposting oleh
smart-schools
di
04.28.00
Menu Pencarian
Langganan Berita
Posting Terbaru
Serba Serbi
Catatan Blog
Dibuang Sayang
Tingginya angka putus sekolah, banyaknya anak jalanan dan anak terlantar di Indonesia membuat banyak pihak prihatin, tak terkecuali Yayasan Pendidikan Indonesia-Amerika (Indonesian-American Education Foundation) di Jakarta atau di singkat Jakarta IAEF. Jakarta IAEF akan membangun gedung dan memberikan pendidikan nonformal gratis buat anak-anak tersebut
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan membuat paket pendidikan kebudayaan untuk membantu menjembatani kesenjangan kebudayaan di Sekolah Tingkat Lanjutan Pertama (SLTP) dan Sekolah Menengah Umum (SMU) di Indonesia.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT luncurkan program untuk masyarakat usia sekolah dasar yang selama ini tidak pernah tersentuh pendidikan. Diharapkan program ini dapat mengatasi kasus buta aksara di NTT yang sampai saat ini mencapai 300.000 lebih, pendidikan ini gratis dan pengajar adalah guru negeri
Pendidikan Gratis dan Beasiswa bagi 1.000 Mahasiswa akan direncanakan di Makasar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sedang merancang alokasi anggaran pendidikan tahun 2009 sebesar 20 persen
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan membuat paket pendidikan kebudayaan untuk membantu menjembatani kesenjangan kebudayaan di Sekolah Tingkat Lanjutan Pertama (SLTP) dan Sekolah Menengah Umum (SMU) di Indonesia.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT luncurkan program untuk masyarakat usia sekolah dasar yang selama ini tidak pernah tersentuh pendidikan. Diharapkan program ini dapat mengatasi kasus buta aksara di NTT yang sampai saat ini mencapai 300.000 lebih, pendidikan ini gratis dan pengajar adalah guru negeri
Pendidikan Gratis dan Beasiswa bagi 1.000 Mahasiswa akan direncanakan di Makasar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sedang merancang alokasi anggaran pendidikan tahun 2009 sebesar 20 persen




