Medan : Bahasa Indonesia yang juga merupakan sebagai jati diri bangsa Indonesia bisa menjadi bahasa internasional seperti bahasa Inggris, Spanyol, Perancis dan China, karena sudah dipelajari para murid di puluhan negara.
Kepala Balai Bahasa Medan (BBM), Prof. Amrin Saragih, di Medan, Selasa, mengatakan, dewasa ini Bahasa Indonesia telah dipelajari di 58 negara yang membuktikan bahasa Indonesia siap menjadi bahasa internasional.
"Setidaknya 168 institusi dari 58 negara telah mengajarkan Bahasa Indonesia kepada anak didiknya. Ini mereka lakukan sebagai salah satu upaya untuk menyambut perdagangan bebas tahun 2015," katanya.
Selain itu, sebagai bukti bahwa Bahasa Indonesia sangat diminati bangsa asing, kini ada sekitar 700 orang asing datang langsung ke Indonesia untuk memperdalam keahliannya.
Guru Besar Universitas Negeri Medan (Unimed), Prof. Khairil Ansari, mengatakan, Bahasa Indonesia bila dirunut sejarahnya berbeda dengan bahasa-bahasa di negara lain ketika dikukuhkan sebagai bahasa nasional.
Saat ini banyak negara di dunia tidak dapat memilih bahasa yang terdapat di dalam negaranya sendiri untuk diangkat menjadi bahasa nasional, bila dipaksakan akan menjadi arena pertumpahan darah sesama mereka sendiri.
Contoh itu dapat dilihat di India, Filipina, Somalia dan negara di Afrika lainnya yang tidak menjadikan bahasa dari negaranya menjadi bahasa nasional, yang pada akhirnya memilih beberapa bahasa yang pemakainya lebih banyak menjadi bahasa resmi di negaranya.
Bahkan ada juga yang langsung memilih bahasa Inggris, Prancis dan Spanyol menjadi bahasa nasionalnya karena kesulitan memilih bahasa yang terdapat di negerinya akibat tidak adanya kesepakatan diantara mereka sendiri.
Melihat perjalanan sejarah yang sangat unik ini, sepantasnya masyarakat Indonesia berbangga hati dan mencintai bahasa Indonesia sebagai bagian yang melekat pada dirinya. mediaindonesia.com
Shoutbox
Statistik Pengunjung
Komentar Terbaru
Media Massa
Wawasan Digital
Surya
Suara Pembaruan
Suara Merdeka
Suara Karya
Sinar Harapan
Seputar Indonesia
Republika
Media Indonesia
Koran Tempo
Kompas
Kedaulatan Rakyat
Jurnal Nasional
Jawa Post
Jakarta Post
Harian Joglo Semar
Harian Bangsa
Duta Masyarakat
Commongroundnews
Bisnis Indonesia
Bali Post
Banjarmasin Post
Surya
Suara Pembaruan
Suara Merdeka
Suara Karya
Sinar Harapan
Seputar Indonesia
Republika
Media Indonesia
Koran Tempo
Kompas
Kedaulatan Rakyat
Jurnal Nasional
Jawa Post
Jakarta Post
Harian Joglo Semar
Harian Bangsa
Duta Masyarakat
Commongroundnews
Bisnis Indonesia
Bali Post
Banjarmasin Post
Berbagi Button
Bahasa Indonesia Bisa Menjadi Bahasa Internasional
Diposting oleh
smart-schools
di
09.04.00
Menu Pencarian
Langganan Berita
Posting Terbaru
Serba Serbi
Catatan Blog
Dibuang Sayang
Tingginya angka putus sekolah, banyaknya anak jalanan dan anak terlantar di Indonesia membuat banyak pihak prihatin, tak terkecuali Yayasan Pendidikan Indonesia-Amerika (Indonesian-American Education Foundation) di Jakarta atau di singkat Jakarta IAEF. Jakarta IAEF akan membangun gedung dan memberikan pendidikan nonformal gratis buat anak-anak tersebut
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan membuat paket pendidikan kebudayaan untuk membantu menjembatani kesenjangan kebudayaan di Sekolah Tingkat Lanjutan Pertama (SLTP) dan Sekolah Menengah Umum (SMU) di Indonesia.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT luncurkan program untuk masyarakat usia sekolah dasar yang selama ini tidak pernah tersentuh pendidikan. Diharapkan program ini dapat mengatasi kasus buta aksara di NTT yang sampai saat ini mencapai 300.000 lebih, pendidikan ini gratis dan pengajar adalah guru negeri
Pendidikan Gratis dan Beasiswa bagi 1.000 Mahasiswa akan direncanakan di Makasar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sedang merancang alokasi anggaran pendidikan tahun 2009 sebesar 20 persen
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan membuat paket pendidikan kebudayaan untuk membantu menjembatani kesenjangan kebudayaan di Sekolah Tingkat Lanjutan Pertama (SLTP) dan Sekolah Menengah Umum (SMU) di Indonesia.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT luncurkan program untuk masyarakat usia sekolah dasar yang selama ini tidak pernah tersentuh pendidikan. Diharapkan program ini dapat mengatasi kasus buta aksara di NTT yang sampai saat ini mencapai 300.000 lebih, pendidikan ini gratis dan pengajar adalah guru negeri
Pendidikan Gratis dan Beasiswa bagi 1.000 Mahasiswa akan direncanakan di Makasar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sedang merancang alokasi anggaran pendidikan tahun 2009 sebesar 20 persen




